Tingkatkan Mutu dan Nilai Ekonomi Susu Kambing Bersama Kelompok Ternak Ngudi Lestari

SLEMAN – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pendampingan Kelompok Masyarakat Hutan Sekitar Kawasan bagi Kelompok Ternak Ngudi Lestari, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/8/2026) bertempat di Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTb UAJY), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis agar para peternak mampu memproduksi olahan susu kambing yang aman, higienis, dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Menjamin Mutu Melalui Standar Higienitas dan Sanitasi

Acara resmi dibuka oleh Prakasita Nastiti, S.Hut., M.Sc., selaku Koordinator Penyuluh BTNGM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara aspek konservasi kawasan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat penyangga.

Sesi pemaparan pertama diisi oleh akademisi FTb UAJY, Rafaella Chandraseta Megananda, S.T.P., M.Sc., yang memfokuskan materi pada pentingnya hygiene dan sanitasi dalam proses produksi. Pada sesi ini, para peserta dari KTH Ngudi Lestari dibekali pemahaman mendalam mengenai:

  • Standar kebersihan personal (personal hygiene) saat mengolah produk.
  • Perawatan peralatan produksi berbahan stainless steel dan silikon.
  • Penerapan lima alur sanitasi peralatan menggunakan sabun food grade serta teknik disinfeksi dengan air panas atau klorin guna menjamin mutu produk sesuai standar kesehatan.

Inovasi Produk: Mengolah Susu Menjadi Es Krim dan Kerupuk

Selain memperkuat standar higienitas, pelatihan ini juga melatih keterampilan teknis peserta dalam mengolah susu kambing menjadi dua produk turunan inovatif, yaitu es krim dan kerupuk.

Rafaella Chandraseta Megananda menjelaskan secara rinci teknik pembuatan es krim susu kambing yang kaya nutrisi dan ramah bagi penderita intoleransi laktosa (lactose intolerance). Beliau juga membagikan trik khusus untuk mengendalikan aroma khas (prengus) susu kambing melalui metode pemanasan terkontrol dan proses aging (pemeraman adonan).

Pada sesi berikutnya, Ekawati Purwijantiningsih hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi pembuatan kerupuk berbasis susu kambing dan tepung tapioka. Dalam sesi ini, peserta dipandu langsung mengenai:

  • Teknik penanganan awal susu segar.
  • Proses pasteurisasi dengan metode Low Temperature Long Time (LTLT) dan High Temperature Short Time (HTST).
  • Formulasi adonan kerupuk agar menghasilkan tekstur renyah yang dipadukan dengan bumbu rempah alami seperti bawang putih dan daun bawang.

Penguatan Manajemen Finansial dan Praktik Langsung

Guna memberikan pemahaman bisnis yang komprehensif agar usaha kelompok dapat berjalan berkelanjutan, kedua narasumber juga memaparkan analisis manajemen keuangan dasar. Peserta diajarkan cara melakukan simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat guna menentukan harga jual produk yang menguntungkan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi praktik langsung pembuatan es krim dan kerupuk susu kambing di laboratorium. Jalannya praktik berlangsung interaktif, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat berdiskusi dan mencoba setiap tahapan produksi. Melalui pelatihan berbasis kemitraan akademis ini, Balai TN Gunung Merapi berharap Kelompok Ternak Ngudi Lestari dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara konsisten. Langkah inovatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas jangkauan pasar, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok secara berkelanjutan. (Humas BTNGM)

Medsos

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest