Resor Selo

Nama ini tentu tak asing bagi para pendaki gunung. Berkantor di Desa Samiran, antara Gunung Merapi dan Merbabu, Resor Selo bertanggung jawab atas bentang alam seluas 630,82 Ha, termasuk di dalamnya jalur pendakian Gunung Merapi.

Resor ini diawaki 8 personel (3 polisi Hutan, 2 Pengendali Ekosistem Hutan, 1 Penyuluh Kehutanan, 1 Manggala Agni dan 1 Pengelola Umum Operasional) yang sehari-hari berhadapan dengan ancaman longsor, kebakaran hutan, perencekan untuk kayu bakar dan pendakian liar/ilegal. Pasca penutupan pendakian Gunung Merapi, menjadi tantangan tersendiri bagi Awak Resor Selo dalam penjagaan jalur pendakian Merapi via Selo karena antusiasme/animo pendakian yang terus meningkat dan digandrungi kawula muda saat ini memberikan perhatian tersendiri bagi salah satu Resor di TNGM terutama Resor Selo .

Berbatasan dengan Desa Suroteleng, Samiran, Lencoh, Jrakah, Klakah, dan Tlogolele, Resort Selo terus berupaya menjalin relasi sinergis dengan penduduk setempat. Bentuk kerja sama dengan kelompok masyarakat yang terjalin sampai saat ini diantaranya dengan Kelompok Relawan “Barameru” (saat pendakian Gunung Merapi masih dibuka sebelum ditutup pada 22 Mei 2018 sampai dengan sekarang), Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Mitra Polhut dan Masyarakat peduli Api yang ada di Resor Pengelolaan ini.

Medsos

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest