Meski kawasan yang diampu luasnya “hanya” 808,18 Ha, resor ini digerakkan oleh 7 awak (terdiri dari 2 Polisi Hutan, 1 Pengendali Ekosistem Hutan, 2 Penyuluh Kehutanan dan 2 Manggala Agni). Kawasan hutan Pakem-Turi adalah daerah rawan longsor dan kebakaran hutan, sementara daerah penyangga di sekitarnya cukup padat penduduk.
Resor ini juga melindungi dua spot wisata alam yang cukup ramai: Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo (Tutup Pasca kenaikan Aktivitas Merapi menjadi Level II/ Waspada) dan Petilasan Syekh Jumadil Kubro, zona religi yang kerap diziarahi di puncak Bukit Turgo.
Terdapat 4 kalurahan (desa) yang menyangga kawasan resor ini, yakni Hargobinangun, Purwobinangun, Wonokerto, dan Girikerto. Bersama masyarakat desa, Resor Pakem-Turi berupaya memulihkan jenis-jenis anggrek liar, yang banyak tumbuh di lereng selatan Gunung Merapi. Pendampingan membuahkan munculnya dua kelompok petani anggrek: Sekar Arum di Padukuhan Tunggul Arum dan Ngudi Makmur di Padukuhan Turgo. Keduanya terlibat aktif dalam membudidayakan anggrek alam. Kini, program adopsi anggrek sudah mulai dijalankan bersama Kelompok Ngudi Makmur.


